Arsip Tag: surel

Menulis Perjalanan Malam

Puisi John Kuan

perempuan-kesepian
gambar diunduh dari lonelypinay.com

Terapung, terapung, seperti apakah ini?
Seekor camar di antara Langit dan Bumi
——— Du Fu

Dari sekeping cairan kristal aku mengayuh sampan turun
angin kelana bermimpi lari di cabang jalan berkerut
setiap situs jejaring telah lelap, siapa masih di dalam
satu kwatrin Tang membaca seruan air berlalu

Saat bayang letih di kursi aku pangku kembali
dan kembali, dengan puisi mencari satu perahu
berlabuh di tepi sungai sunyi, amat hijau
tunas rerumput, menjelma jadi coretan sandi menyerbu
masuk ke batang usia ranggas, berdiri senyap
di mulut jendela seluruh warna malam luntur

Tahun itu, gugusan bintang yang kita gembala
sudah semuanya pulang ke kampung halaman?
Di atas Jalan 49 Brooklyn, dengan cahaya bulan
mengalir dari Sungai Hudson, kulipat
ke dalam beberapa potong cerita terburai, juga
jejak pensilmu dan sindiranmu, malam-malam
di tengah gelombang kata menggulung bagai laut pasang

Puisi masih mau ditulis?
Aku mengerut diri ke dalam jejaring yang ramai tapi senyap
mengikuti surel, menjelma
jadi seekor yang terapung di antara langit dan bumi
camar, ingin sekali ingin sekali
di dalam mimpimu bagai ladang bagai kebun hinggap…

Artikel-artikel Terpilih dari Weekly Writing Challenge RetakanKata

Kabar Budaya – RetakanKata

prosa liris
gambar diunduh dari bp.blogspot.com

Terima kasih kepada sahabat RetakanKata dan rekan-rekan mahasiswa yang telah berpartisipasi aktif dalam weekly writing challenge. Untuk tema minggu lalu “Selamat Tinggal 2012, Selamat Datang 2013”, banyak naskah yang masuk dan rata-rata mengesankan. Sungguh berat hati kami untuk memilih tulisan-tulisan terbagus yang kami yakin, sangat berkesan bagi para penulisnya. Maka, RetakanKata menampilkan empat tulisan terbagus pada weekly writing challenge kali ini. Ini satu lebih banyak dari tiga tulisan yang direncanakan.

Oh ya, tulisan-tulisan terpilih dapat dibaca pada link-link berikut:

Hello 2013, Goodbye 2012!
Ketika Aku Mencintaimu
Jangan Bersedih
Batu Karang di Bawah Sebuah Payung

Selanjutnya, untuk weekly writing challenge minggu ini, RetakanKata mengangkat tema:

“Tawuran Pelajar/Mahasiswa, Penting?”

Persahabatan kadang melampaui kampus-kampus. Artinya, bisa saja kawan kamu atau saudara kamu atau mungkin bahkan “gebetan” kamu, berbeda kampus dengan tempat kamu belajar. Nah, ketika terjadi tawuran, kadang melebar ke mana-mana, pemicunya tidak jelas, tujuannya juga tidak jelas, bahkan kadang yang terlibat tawuran tidak tahu menahu duduk persoalannya. Pokoknya main hajar. Bayangkan jika tiba-tiba kampus atau sekolahmu tawuran dengan kampus atau sekolah tempat sobat dekatmu atau saudaramu belajar. Main hajar, yang dihajar kawan sendiri, menyedihkan kan?

Nah, weekly writing challenge minggu ini menantang para sahabat RetakanKata untuk menjawab pertanyaan:

Apa sih sebab terjadinya tawuran?

Mengapa harus tawuran?

Cari aktivitas yang positif yuk!

Tentu saja jawabannya dalam bentuk esai, dengan ketentuan penulisan esai sebagaimana tercantum pada artikel kirim naskah. Seperti biasa, kirim lewat surel retakankata@gmail.com dengan subyek WWC_JudulEsaiKamu. Batas akhir kirim naskah 19 Januari 2013. Ebook keren hanya untuk yang artikelnya dimuat.

Kami tunggu jawaban tantangan menulis ini.