Arsip Tag: nafas

Concerto Rasa

seperti gula-gula dalam balutan nada minir
terkadang datar tanpa getar
menyisip ironi pada simfoni

Tubuhmu adalah lagu,
tempat syair-syair hendak kutulis
huruf demi huruf,
kata demi kata,
melengkapi irama jiwa yang kaucipta
sempurna
dari setiap liuk racau galau penghamba cinta
helaan nafas serupa gesekan biola
dan desahmu,
desah panjang penari yang kehilangan malam untuk sembunyi
dari kata di ujung senja
-jangan tinggalkan aku sendiri-

Concerto rasa ini,
Beku manakala pandang matamu sedingin salju
:jangan pernah kaumenangis
Agar kaudengar doa
biarkan aku mati, usai menyelesaikan concerto rasa ini.

Retakan Kata

Pernah dulu kurangkai kata dari setiap serpihan luka,
mencoba melukis makna agar asa tak jadi sirna.
Kutorehkan pada kayu,
pada batu,
dan pada tubuh bernanah.

Kubasuh dengan air mata,
Kubaluri dengan doa-doa.
Sekiranya nyawaku tinggal sejengkal,
aku masih dapat membacanya,
abadi, membara.
Meski nafasku tersengal,
disanalah rohku pernah singgah.
terkapar, berdarah-darah.

Hingga tiba masa kata tak lagi berdaya,
Hidup bagai palu godam menghantam,
Meretakkan setiap kata yang tersisa,
Meluluhlantakkan butir-butir nyali yang sempat bersemi.

Kini aku tinggal di dalamnya,
Menari dan bernyanyi di sela retakan kata,
Menanti Sang Pemahat Sejati memurnikan jiwa sunyi.
Sendiri.

14 Feb 2011