Arsip Tag: desah

Kumpulan Fiksi Super Mini

Flash Fiction Ragil Koentjorodjati

Ilustrasi dari kaskus

~kemarau~
“Sayang, kemarau akan segera usai. Gerimis semalam telah menumbuhkan kuncup rerumputan,” katanya.
“Ya, kecuali di hatiku. Kemarau masih panjang dan ilalang tinggi menjulang.”

~penumpang VIP~
“Tahukah engkau nikmatnya naik kereta eksekutif? Jika engkau mengencingi gembel di sepanjang rel, niscaya engkau tahu nikmatnya”
“Bangsat!”

~perempuanku~
Perempuanku kelaminnya dua, satu di tempat biasanya, satu di dahinya. Yang terakhir ini entah untuk siapa.

~pelacur tua~
“Lima ribu atau kupotong kelaminmu!” bentaknya pada lelaki bermandi keringat di depannya. Setengah telanjang ia melirik pekuburan yang tidak keberatan menerima satu mayat lagi.

~mukjizat~
Selembar daun jatuh dari langit. Tercabik-cabik sebab panas, hujan dan angin.
“Subhanallah, nikmat mana yang kudustakan,” pekiknya ketika daun itu mendarat di kakinya dengan robekan semirip lafal Allah.

Concerto Rasa

seperti gula-gula dalam balutan nada minir
terkadang datar tanpa getar
menyisip ironi pada simfoni

Tubuhmu adalah lagu,
tempat syair-syair hendak kutulis
huruf demi huruf,
kata demi kata,
melengkapi irama jiwa yang kaucipta
sempurna
dari setiap liuk racau galau penghamba cinta
helaan nafas serupa gesekan biola
dan desahmu,
desah panjang penari yang kehilangan malam untuk sembunyi
dari kata di ujung senja
-jangan tinggalkan aku sendiri-

Concerto rasa ini,
Beku manakala pandang matamu sedingin salju
:jangan pernah kaumenangis
Agar kaudengar doa
biarkan aku mati, usai menyelesaikan concerto rasa ini.