Arsip Tag: senyap

Perawi

Puisi Ahmad Yulden Erwin

Di Portland yang dingin, sepasang gagak
               menolak menjadi angin. Matamu tersedak
mencari langit yang lain. Fajar musim semi
                 mematuki embun di putih kuntum cherry.
Hitam paruh gagak mengepak ke batang
               pohon oak. Kuning napas waktu merayap
di kerah jaketmu. Matamu telah terjepit
               di ruang tunggu. Derit kereta menjemput
jerit gagak. Para penumpang menjemput
               jerit yang lain, senyap yang lain. Tak ada
angin akan menjemput hitam sayap gagak
            ke hijau bukit itu. Sebuah teluk terbentang
ke dalam matamu. Kausesap bau ombak
               dengan kulitmu. Kautangkap jerit senyap
dengan bibirmu. Langit menjadi lidahmu.
foto yulden erwin
Foto diambil dari album Ahmad Yulden Erwin

*Perawi: orang yang menyampaikan kabar bahagia.

Ruang Kosong

Puisi Ragil Koentjorodjati

hati kosong
Ilustrasi dari blogspot.com
Ada pahit yang kusesap,
menyelinap di sela senyap,
saat ledak tawamu tinggal harap

Ada sepi yang bersembunyi,
menepi di sudut hati,
saat teduh matamu terpatri di dinding sunyi,

Ada dingin merusak rasa,
meliuk di antara angin senja,
saat wajah kita menjelma fatamorgana.

Ada wangi yang kusesali,
membasuh rambut hingga ujung kaki,
saat ingatan tentang kita nyaris mati.

Di nafas kerinduan musim basah,
selalu ada untukmu tempat bersinggah,
sisi batin yang tak lagi kautinggali,
kurawat dan tak bosan kupeluki.