Kata Cinta Pada Jam Tiga Sore

Pintu keberangkatan 5 bandara Soeta jam tiga sore.
Seorang wanita bertubuh seksi, rambut hitam kemerah-merahan, seumur dengan wanita karier kepala tiga, tangannya sibuk kanan kiri menggeluti telpon genggam. Lelaki muda, umurnya kira-kira dua puluh enam tahun duduk di bangku sampingnya asyik membaca majalah otomotif.
“Sebentar ya sayang, aku urus bandot tua dulu,” kata si Tante pada lelaki muda di sampingnya dengan senyum manis.
“Santai aja Nte,” kata si muda pula.
“Pa, ntar jemput aku jam lima ya, pesawatnya delay empat puluh menit nih,” kata manja si Tante pada seseorang di saluran telpon genggamnya.
“Gak papa, Ma. Kebetulan aku juga masih ada meeting sebentar,” jawab suara lelaki di seberang.
“Yang bener Pa? Meeting apa muting?” tanya si Tante genit,”Papa udah ngga kangen sama mama ya? Udah nggak sayang lagi sama mama?”
“Ah, Mama, mana pantas di usia kita ngomong kayak anak ABG gitu. Kan udah jelas Papa cinta mati sama mama.”
“Iya deh, percaya… I love you Pa….”
“I love you juga Mam….”
Si tante kembali mendekati lelaki muda itu.
“Sebentar lagi cita-citamu punya Honda jazz bakal terkabul Sayang,” katanya lembut.
“Makasih Tante…, tante baik banget…,”
Tujuh ratus kilometer dari Bandara Soeta, satu sms masuk ke telepon genggam seorang perempuan cantik.
“Kita masih punya waktu satu jam lagi sayang. Si nenek sihir pesawatnya delay. Turunlah ke bawah sebentar ya Say”
Dengan cepat jemari perempuan itu menghapus kemudian menulis sms baru,“maaf, aku terlambat pulang sore ini. I love you, honey.”

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s