Anjing Sentimentil

Puisi John Kuan

gambar dari 2.bp.blogspot.com

Langit petang baru selesai dipernis mengkilap,
sekuntum awan, seekor elang, sebatang tiang layar
tertangkap basah bersekutu mencorengnya
di bibir pantai ada orang bersandar di atas kursi plastik merah
ngebir sambil bercerita sebongkah hati tertusuk anak panah
di lengan kiri, merah telah mengerut hitam, anak panah berkarat
Di depan pintu bar Good Times ada orang menyapa Saturday Night Fever
menunggang Chevrolet lewat sambil menggigit Kansas di antara bibirnya
dari arah dermaga gairah numpang lewat di atas tubuh-tubuh lelaki
pergi mengejar ombak, alkohol dan teriak mesin
aku bayangkan seekor anjing sentimentil gigit remang lampu jalan menyalak

Duduk di atas garis Khatulistiwa
aku bayangkan tahun-tahun penjelajah mengarungi bersama ikan paus
dari Lautan Teduh mengayuh ke arah bibir pantai Samudera Hindia
mungkin Manusia Jawa masih berjongkok di dalam gua
atau sedang berburu di hutan perawan yang liar, tubuh penuh bulu
Manusia Peking di daratan Benua Asia
batok kepalanya terkunci di dalam laci gelap yang mana?
atau sedang sibuk di setiap mulut pasar bandar-bandar dunia
dan aku duduk jadi sebatang pohon Sunda Kelapa
menyaksikan orang kulit gelap, kulit putih, kulit kuning mengejar arus datang
mengapit senapan, meriam dan peradaban
aku bayangkan seekor anjing sentimentil mengibas ekor di kaki mereka

Sudah hampir terbakar jadi puntung rokok terakhir
kau masih menyungging amarah dan geram di sudut bibir
dan hampir pasti sudah kehilangan tanah air, semoga ada mimpi
dua tiga batang palem berdiri canggung seperti imigran baru
di depan kedai kopi, sekali duduk sudah tiga puluh musim
hanya melihat sekelompok burung datang bersarang dan pergi
kupu-kupu terus bermetamorfosis, dan kau tetap canggung
seperti imigran baru, cairan ingatan larut bersama gula dan kafein
akhirnya dapat rebah sebagai satu kerutan bisu di atas ranjang
sesekali mengintip cahaya matahari melancong ke bangku ujung jembatan
di pulau kecil itu, di sana aku bayangkan bersama anjing sentimentil lagi

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s