Puisi Natalia Lily P
Tersesat?
Ya, aku tersesat di setiap sudut penjuru mata angin.
Katakan lengah telah menuntun butaku semakin nyata.
Dingin hati semakin menebal berpagar ego tak terukur.
Siapa yang peduli celoteh putih bertopeng manis?
Kosongkan nurani di hentakan tangis menyayat miris teriris.
Tulikah aku di cengkraman garis kabut?
Sayup tersiar barisan kata sarat kehampaan di pantai terjal.
Terlaknat ataukah di laknat hanyalah serpihan debu terkumpul.
Raga terbujur diam menghitung gelaran sisa nafas terhela.
Lintasan padang duri nyaris matikan rasa.
Membisu
Membeku
Terpaku
Sisi kubangan hitam menggeliat.
Meraung menjalar liar, terkapar di sorot batas angkara!
Arsip Tag: Natayoe Sri Kenezz
Nada Tiada Titian Nada
Puisi Natayoe Sri Kenezz
Di sudut gelap dimainkannya gitar tua beralas nada miris menyayat malam
Memetik berjuta dawai rindu pada kekasih entah berpijak di mana
Alunan seirama desir angin malam mengantar mimpi
Mengusik ingatan tentang sekeping kenangan
Dibiarkannya matanya nanar terbuka
Menelan semua rajaman siksa pada sebuah nama dan kisah
Menikmatinya sejengkal demi sejengkal
Bergumam lirih memecah hening suara sumbang
Pernah kusentuh halus pualam sinar pori-pori kulitnya
Menyelusuri sudut-sudut keindahan terpatri sempurna di raganya
Melintasi alam tiada batas, berpacu mengejar tahta cinta
Merindu pada penyatuan jiwa tiada sekat
Di akhir penaklukan hasrat,sorot cinta menghujam indah

nestapa menggores sunyi di masa kesendiriannya
Dia hanya punya satu hati yang terbawa pergi
Hilang,
Sakit,
Rindu,
Sendiri.
Pedih seringkali tak bisa ditepis,
Biarkan saja terlelap abadi bersama jiwa meranggas.
Puisi Terkait:
Puisimu Mawarku
Concerto Rasa
Perempuan Kesepian
Waktu untuk Menyendiri