Arsip Tag: ekawati

Surat Kepada Sahabat

Puisi: Kristina E.

ilustrasi: picfor.bildero.net
Retakan kata. Mungkin adalah kata yang tepat untuk kugunakan ketika aku tidak tahu rangkaian kata apa untuk melukiskan perasaanku. Aku bukan seorang penulis, bukan pula penyair. Tetapi aku punya rasa. Aku hanya ingin kamu mengetahuinya, wahai temanku, sahabatku, kekasih hatiku.

Maafkan aku sebelumnya, jika aku mengasihimu hingga aku tak mau menjauh darimu. Mungkin aku menjijikanmu hingga menoleh padaku pun kamu tak mau. Aku terima itu, karena aku lebih mengasihimu. Namun tahukah kamu, hatiku selalu mencarimu. Bukan untuk memilikimu. Bukan! Karena aku mengasihimu.

Teringat lekat masa-masa bersamamu. Singkat, namun begitu lekat. Tak pernah kulupa. Sayangnya, semua adalah masa lalu, yang tentu saja telah berlalu. Kamu telah berubah, atau aku yang tidak memahamimu dari awal? Aku tak tahu. Yang kutahu aku mengasihimu. Aku merasa gundah ketika kutahu kamu tak pedulikanku. Apakah salahku? Tetapi itulah hakmu.

Temanku, sahabatku, kekasih hatiku. Meski tak kauhiraukan aku tetapi kamu selalu hidup di hatiku. Menemaniku tatkala sendiri terkurung sepi. Memenuhi jiwaku ketika galau. Sekali lagi aku tak tahu mengapa kamu begitu? Apa salahku?

Aku tak peduli bagaimana hatimu. Aku akan terus mengasihimu. Engkau adalah masa lalu yang berusaha untuk kukubur. Hari-hari akan kujelang karena ingatanku kepadamu. Bukan ingatan masa lalu tetapi tuntunan masa depanku.

Temanku, sahabatku, kekasih hatiku,
Aku mengasihimu.

Jakarta, April 2011