Arsip Tag: hina dan papa

Janji

Puisi Ragil Koentjorodjati

bergandengan dalam hujan
Ketika engkau menyatakan kesanggupanmu untuk berani miskin bersamaku,
Aku bertekad memperkayamu.
Ketika engkau menyatakan kesanggupanmu untuk berani terkucil di dunia kecilku,
Aku bertekad membangun gubug mungil yang layak menjadi rumahmu.
Ketika engkau menyatakan kesanggupanmu untuk tinggal di gubug mungilmu,
Aku bertekad mendirikan istana termegah bagimu.
Ketika engkau merasa istana akan menjauhkanku darimu,
Aku bertekad tinggal di gubug kecil, terkucil bersamamu.

Ketika engkau menyatakan kesanggupanmu untuk bertarung melawan kerasnya hidup,
Aku bertekad menaklukkan hidup agar cukup lunak untukmu.
Ketika engkau menyatakan lunaknya hidup akan membuatmu terluka,
Aku bertekad menjauhkanmu dari perihnya luka.
Ketika engkau menyatakan kesanggupanmu untuk berani terhina dan papa,
Aku bertekad meletakkan puncak-puncak keagungan di setiap ruang dada.
Ketika engkau merasa kesejahteraan dan kemuliaan menjauhkanku darimu,
Aku bertekad menjalani hari hina dan papa bersamamu.

Ketika engkau menyatakan kesanggupanmu untuk berani berjalan sendirian,
Aku bertekad senantiasa di sampingmu sebagai kawan.
Ketika engkau menyatakan kesanggupanmu untuk melawan arus,
Aku bertekad mengajarimu berenang dan mengapung tanpa harus tergerus.
Ketika engkau menyatakan kesanggupanmu untuk menolak segala bentuk ketidakadilan,
Aku bertekad memberimu keadilan yang patut kaukenakan.
Ketika engkau merasa kemapanan membuatku lupa ingatan,
Aku bertekad bergulat dalam kesulitan agar tetap bersamamu dalam kesadaran.

Ketika engkau menyatakan kesanggupanmu untuk menolak segala sesuatu yang merendahkanmu sebagai manusia,
Aku bertekad meninggikanmu melebihi tingginya bukit dan mega-mega.
Ketika engkau menyatakan kesanggupanmu untuk menjadi yang terkecil,
Aku bertekad membesarkanmu melebihi besarnya purnama di bulan April.
Ketika engkau menyatakan kesanggupanmu untuk berani sakit dan lemah,
Aku bertekad mengupayakan segala agar engkau senantiasa penuh daya.
Ketika engkau merasa kesentausaan menjadikanku serupa Rahwana,
Aku bertekad bersamamu menjadi manusia biasa.

Ketika engkau menyatakan kesanggupanmu untuk menjaga air mata,
Aku bertekad menunjukkan padamu bening mata air dari setiap tetes air mata.
Ketika engkau menyatakan kesanggupanmu untuk melukis senyum pada kabar duka cita,
Aku bertekad menyampaikan kepadamu hanya kabar suka cita.
Ketika engkau menyatakan kesanggupanmu untuk berani hidup tanpa bahagia,
Aku bertekad membawamu kepada bahagia.
Ketika engkau merasa kebahagiaan menjauhkanku dari tuhan,
Aku bertekad mendiamkan egoku untuk tetap bersamamu dalam tuhan.