Puisi Ragil Koentjorodjati

kutitipkan senyum di rembulan.
Bukan getir,
sungguh itu senyum terbahagia yang pernah dapat kurangkai,
Meski patah di ujungnya.
Aku menatapnya,
selalu menatapnya ketika purnama tinggal sepotong,
berharap penuh senyum itu menyempurna
Dan aku pulang ke peraduan.
Adalah luka yang kembali nganga,
menjagaku tetap terjaga,
penggalan senyumku masih tertinggal di sana,
pada malam ketika purnama tinggal sepotong.
Aku mengintipnya,
mencoba meraihnya
siasia
Pada musim ketika angin tak lagi berhembus dari barat daya,
sesuatu mencuri rembulan,
aku kehilangan senyumku yang tersempurna.
17 Nov 2011
Puisi Lain:
ketika pada suatu ketika
Jika
Sajak Rembulan Merah