Puisi Natalia Lily P
Tersesat?
Ya, aku tersesat di setiap sudut penjuru mata angin.
Katakan lengah telah menuntun butaku semakin nyata.
Dingin hati semakin menebal berpagar ego tak terukur.
Siapa yang peduli celoteh putih bertopeng manis?
Kosongkan nurani di hentakan tangis menyayat miris teriris.
Tulikah aku di cengkraman garis kabut?
Sayup tersiar barisan kata sarat kehampaan di pantai terjal.
Terlaknat ataukah di laknat hanyalah serpihan debu terkumpul.
Raga terbujur diam menghitung gelaran sisa nafas terhela.
Lintasan padang duri nyaris matikan rasa.
Membisu
Membeku
Terpaku
Sisi kubangan hitam menggeliat.
Meraung menjalar liar, terkapar di sorot batas angkara!