Puisi-puisi Ragil Koentjorodjati #4
Sembilu 1. Setiap langkahmu adalah jarak, menjauh dari kenangan yang rapuh, meninggalkan luka di setiap jejak. 2. Harapanmu merimbun jadi sepiku, mekar liar di ufuk fajar, rubuh luruh di kaki […]
Sembilu 1. Setiap langkahmu adalah jarak, menjauh dari kenangan yang rapuh, meninggalkan luka di setiap jejak. 2. Harapanmu merimbun jadi sepiku, mekar liar di ufuk fajar, rubuh luruh di kaki […]
Gerundelan Ragil Koentjorodjati Ada satu cerita tentang seorang bocah yang menginginkan mainan baru. Anggaplah mainan itu sebuah boneka Timmy. Anda tahu, Timmy si anak kambing pada kartun Shaun The Sheep […]
Flash Fiction Ragil Koentjorodjati Jadi ceritanya begini. Malam itu sudah mendekati larut, kautahu, itu waktunya orang beranjak masuk kamar, tidur! Aku menemaninya, entah kegiatan apa aku harus menyebutnya, yang jelas […]
Cerpen Ragil Koentjorodjati Aku hampir tidak percaya ketika pagi itu, selepas bangun tidur, aku membuka tudung saji dan mendapati hanya ada dua tetes air dalam gelas bening di meja. Tidak […]
Gerundelan Ragil Koentjorodjati Jauh hari sebelum tahun 2012, sudah banyak pihak mempertanyakan sikap pemerintah terkait dengan kekerasan atas nama agama. Anda bisa mengunakan alat pencari google untuk menemukan berbagai pendapat […]
Puisi Ragil Koentjorodjati Larik puisi macam apa yang pantas untuk siang yang serba panas, Keringat kita menetes, Tak lagi deras. Tapi kerontang memerah hingga perih. Ya, aku takut. Bukan tak […]
Flash Fiction Ragil Koentjorodjati Aku punya seorang teman. Lebih kaya dariku kukira. Ia tidak kekurangan makan, tempat tidur cukup hangat saat udara malam begitu dingin. Dan keluarga yang dekat, dalam […]
Puisi Ragil Koentjorodjati Ketika engkau menyatakan kesanggupanmu untuk berani miskin bersamaku, Aku bertekad memperkayamu. Ketika engkau menyatakan kesanggupanmu untuk berani terkucil di dunia kecilku, Aku bertekad membangun gubug mungil yang […]
Puisi Ragil Koentjorodjati (1) Di tanganmu, satu demi satu kaucipta, Burung-burung kertas yang kemudian kauterbangkan kian ke mari, Melayang, menarikan mega-mega biru, Meliukkan nafas cinta yang kausemayamkan pada sayapnya, dan […]
Flash Fiction Ragil Koentjorodjati Ceritanya begini. Mungkin ini kesalahan saya ketika saya nekad mendirikan rumah bersebelahan dengan mereka. Kautahu, tanah dan rumah sekarang amat mahal. Lalu saya mendapat tanah kosong […]