Siapa Soe Tjen Marching, Penggagas Petisi Pembubaran Kementerian Agama?


Soe Tjen Marching

Mau tidak mau, suka tidak suka, jejaring social seperti facebook dan twitter membawa dampak besar pada tata relasi antar manusia. Salah satu yang mencolok adalah kekuatan kata-kata pada kalimat pendek dan terkadang putus-putus namun berpengaruh besar pada pembacanya. Pada lingkup tertentu di mana segala embel-embel dilepas maka yang berbicara hanya kata yang ditulis. Di situ tampak mana pribadi berkualitas dan mana yang kosong melompong. Tidak mengherankan jika banyak tokoh politik atau pun orang terkenal enggan menulis di facebook atau twitter karena bagi mereka itu medan ganas yang hanya melihat isi tulisan, tidak perduli siapa penulisnya.
Kehebatan pemikiran dan kata_kata di dunia jejaring social telah ditunjukkan oleh Soe Tjen Marching, penggagas petisi pembubaran kementerian agama. Sampai saat tulisan ini diunggah sudah 300 lebih penanda tangan petisi tersebut. Dari jumlah itu, banyak penandatangan petisi dan yang mengikuti pemikirannya tidak tahu persis siapa dia sebenarnya. Mereka hanya melihat isi dari wacana yang seringkali dilemparkannya di jejaring social. Jadi, siapa dia sebenarnya?
Kalimat-kalimat yang terkadang begitu garang seringkali mengecohkan pembacanya bahwa sang penulis, Soe Tjen Marching adalah sosok perempuan yang sudah pernah terjangkit kanker sebanyak tiga kali dalam hidupnya. Dari sakit yang menderanya itulah perempuan kelahiran Surabaya, 23 April 1971 tersebut menyelesaikan novelnya Mati Bertahun yang Lalu. Selain novel, banyak artikel dan cerita pendek telah diterbitkan oleh media massa dalam dan luar negeri seperti di Australia dan Amerika.
Selain sebagai penulis, Soe Tjen Marching juga seorang komponis. Hasil karyanya telah dipagelarkan di Asia, Australia, Eropa dan Amerika. Sebagai seorang komponis, ia pernah memenangi kompetisi tingkat nasional di Indonesia pada 1998. Sebuah komposisinya, “Kenang” (2001) diterbitkan sebagai bagian dari sebuah CD, “Asia Piano Avantgarde: Indonesia” yang dimainkan oleh pianis tersohor dari Jerman, Steffen Schleiermacher. CD ini telah beredar di Amerika dan Eropa. Pada Juni 2010, karya musiknya memenangkan kompetisi Internasional avant-garde yang diadakan di Singapura.
Disamping sebagi seniman, peraih gelar Ph.D dari Monash University, Australia ini juga dosen tamu di berbagai Universitas di Australia, Britania dan Eropa. Dalam menghasilkan karya-karyanya, Soe Tjen Marching bekerja sama dengan suaminya, Angus Nicholls, seorang peneliti sastra Jerman di Queen Mary University of London.
Dihimpun dari berbagai sumber.
About these ads

9 responses on “Siapa Soe Tjen Marching, Penggagas Petisi Pembubaran Kementerian Agama?

  1. Ping-balik: Website Petisi Pembubaran kementerian Agama Dihacker Orang? | retakan kata·

  2. Ping-balik: Kisah di Balik Pintu: Menyingkap Rahasia Perempuan | RetakanKata·

  3. Ping-balik: Pengumuman Pemenang Lomba Menulis Cerpen RetakanKata « RetakanKata·

  4. Ping-balik: Buku Baru: Antologi Cerpen RetakanKata 2012 « RetakanKata·

Komentar ditutup.