merpati perdamaian

Siapa Yang Ateis di Indonesia?

Gerundelan Soe Tjen Marching*) Alih Bahasa RetakanKata Awal bulan ini, Alexander Aan ditahan polisi di Sumatera Barat karena menulis di halaman Facebook-nya, “Tuhan tidak ada.” Alexander, yang juga mengelola sebuah grup ateis di situs jejaring sosial, mengatakan bahwa ia tidak percaya pada malaikat, setan, surga dan neraka atau “mitos-mitos lainnya.” Singkatnya, ia adalah seorang ateis. [...]

kehilangan kekasih

Jika Saat Perpisahan Harus Tiba

Puisi Ragil Koentjorodjati Hidup ini tidak abadi dan cinta sepasang anak manusia pun tidak abadi. Jika tibatiba hariharimu sunyi dan kosong, semua kaurasa hampa dan membosankan, ketahuilah bahwa aku juga menjalani harihariku yang sunyi dan kosong, semua terasa hampa dan membosankan. Jika tanganmu menggapai, mencari pegangan untuk setiap kelelahan, mencari jawaban atas setiap kebingungan, tanganku [...]

aditya silvana

Perangkap

Cerpen Aditya Sylvana Day Perempuan bertubuh ramping itu berdiri di tepi sungai,…bukan..bukan hanya di tepinya. Kakinya semata kaki menjejak dalam air sungai yang deras. Pasti hujan tadi hulu. Kepalanya menunduk, rambut ikalnya tergerai menutup wajahnya dari pandangan orang seandainya ada yang melihatnya saat itu. Tapi tak ada orang lain malam ini, dia hanya sendirian di [...]

book-rose-red-fall

Hangus Membaca

Gerundelan John Kuan Sebuah meja bersama bangku, hangus, menjadi arang. Ada sebuah buku tebal di atas meja, putih, mulus tanpa satu goresan. Karya Titarubi ini berjudul: Bacalah! Terbuat dari Yin Yang Lima Elemen, saya duga. Meja dan kursi kayu, paku logam, buku tanah air, dibakar api, melewati perubahan Yin Yang. Sempurna. Buku dari lempung. Begitulah [...]

Ilustrasi dari AJAR

Charity Station: Menu Baru Blog RetakanKata

Saya sedang berpikir, ada dinas sosial dan ada berbagai lembaga agama yang menggalang dana kemanusiaan, namun masih saja banyak pihak yang membutuhkan tidak tersentuh. Berdasarkan laporan yang dapat dipercaya, banyak lembaga sosial di bawah pengelolaan negara tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Lalu saya membayangkan sebuah aktivitas membantu orang lain yang dapat melibatkan banyak orang tetapi dapat [...]

Ilustrasi dari duniasirkusdannie.files.wordpress.com

Sepasang Burung Gereja

Flash Fiction Ragil Koentjorodjati Suatu minggu pagi. Sedikit basah. Sepasang burung gereja tersentak bangun dari tidurnya. Lonceng berdenting pada minggu pagi, menyentuh gendang telinga mereka. Lalu rindu menyeruak, berbaur dengan wangi bunga lili dan sedap malam yang mekar tanpa pohon, di depan altar. Entah berapa ribu mata menitikkan duka di sana ketika bibir bernyanyi ‘Tuhan [...]

Cerbung

Cerita Bersambung: Tunangan (4)

Cerita Bersambung: Tunangan (4)

Cerita Anton Chekhov Alih Bahasa Retakankata Di pertengahan bulan Juni, Sasha tiba-tiba merasa bosan dan memutuskan untuk kembali ke Moskow. “Aku tidak bisa hidup di kota ini,” katanya muram. “Tidak ada pasokan air, tidak ada saluran pembuangan. Makan malam menjadi begit menjijikkan dengan kotoran berjibun di dapur..” “Tunggulah sebentar, Anakku yang hilang!” Nenek berusaha membujuknya, [...]

Cerpen

Tuhan Sedang dalam Tahanan

Tuhan Sedang dalam Tahanan

Cerpen Janardana Editor Ragil Koentjorodjati Di bulan Maret, pada sebuah tahun, mentari senja bersinar malas. Pisau keemasan yang dilemparkan langit dari barat cakrawala membelah siluet gereja tua menjadi garis-garis hitam pada tanah. Sore tampak menyedihkan dalam genggaman bayang-bayang malam. Bunga-bunga yang semula tegak meregang tegang, kini menunduk menekuk wajah. Senyum bocah-bocah di riang siang, meliuk [...]

Flash Fiction

Kondangan

Kondangan

Flash Fiction Ragil Koentjorodjati Anak Pak Lurah sebentar lagi nikah. Kami semua bersuka ria, bersiap turut kondangan setelah sebulan tidak cukup makan. Amplop telah disiapkan. Sepuluh ribu terlalu sedikit untuk Pak Lurah. Ibu biasanya menyumbang dua ribu untuk tetangga yang samasama kekurangan. Kali ini Ibu meminjam uang Pakdhe lima puluh ribu dengan jaminan sendok dan [...]

Puisi

Cuma Nyaris Mati

Cuma Nyaris Mati

Puisi Ragil Koentjorodjati Ini adalah puisi kesekian kali yang rencananya kutulis berkali-kali, tentang kecewa, tentang pedih, dan sedikit tentang luka. untuk binarbinar mata yang menggelepar, untuk getir hatihati yang menggetar, untuk tubuhtubuh luruh dalam rapuh, untuk jiwajiwa ranggas usai getas. Ini adalah puisi kesekian kali yang rencananya kutulis berkali-kali, tentang amarah, tentang benci, dan sedikit [...]