mata air mata

Air Mata

Cerpen Ragil Koentjorodjati Aku hampir tidak percaya ketika pagi itu, selepas bangun tidur, aku membuka tudung saji dan mendapati hanya ada dua tetes air dalam gelas bening di meja. Tidak ada nasi. Tidak ada lauk. Tidak juga sayuran. Hanya dua tetes air dalam gelas bening di meja. Tanpa harum wangi rempah-rempah digoreng. Tanpa aroma masakan, [...]

rama dan sinta

Melancholic Rahvana

Puisi Paulus Catur Wibawa Rahwana menundukkan kepala, telah dicukurnya rambut dan bulu-bulu lembut pada dada perkasa dipangkasnya pula semacam cinta yang menjalar dan menjulur di dinding hatinya yang luka “kesepian dan kesedihan adalah milik manusia, bahkan jika ia adalah penjahat yang tampak terasing dari air mata” Maka digapainya pena dan ditulisnya untuk Rama, Telah kucium [...]

kota semrawut

Andai

Cerpen Gunawan Wiyogo Siswantoro Hari ini Jakarta resmi menjadi kota mati! Seakan sebuah black hole ditaruh di pusat kota dan menelan habis setiap gram denyut kota lengkap dengan segala energi kehidupan di dalamnya. Satu dua helai daun meluruh malas ditiup angin melewati beberapa angkot dan bus yang teronggok di tengah jalan. Tapi sungguh aku lebih [...]

pramoedya ananta toer

Antara Konsistensi Prinsip dan Goda Politik

Resensi Arif Saifudin Yudistira Aku mencintai bahasa. Aku mencintainya karena perannya terhadap kehidupan kita, bagaimana bahasa menyediakan kita cara untuk mendedakan luka, keagungan nuansa dan kehalusan eksistensi kita (Maya Angelou) Pram, begitulah kita mengenal sastrawan yang mencintai bahasa dan menggunakan bahasanya untuk berbuat. Pram barangkali adalah sastrawan yang tak hanya kritis tapi juga konsisten dengan [...]

big smile

Istri yang Sempurna

Flash Fiction Vivi Fajar A. Nobody’s perfect, “omong kosong”, batin Luna. Ia harus menjadi sempurna untuk lelakinya. Begitulah, Luna merasa bagai terlahir kembali manakala tiba waktunya menjadi seorang istri dari lelaki yang dikaguminya. Tiba-tiba saja Luna mendapati dirinya melakukan hal-hal baru yang bahkan tak pernah terpikirkan olehnya dulu. Ia belajar memoles wajahnya yang sederhana agar [...]

Cerbung

Torsa Sian Tano Rilmafrid* #10

Torsa Sian Tano Rilmafrid* #10

Cerita Bersambung Martin Siregar Bagian 10 “Restrukturnisasi Kepolisian Tak Ada Guna” sebuah artikel di koran Debrita tulisan DR Pardomuan terbit hari ini. Dengan nama samaran Muslimin, selalu dikirim DR Pardomuan ke koran terbesar di Trieste. Beginilah caranya membantu uang saku Muslimin. Muslimin yang paling sering mengalami kekeringan kantong. Muslimin anak petani miskin akhirnya dapat melanjutkan [...]

Cerpen

Senandung Lirih Lagu Tanpa Syair di Gelapnya Malam dan Seekor Anjing Hitam yang Tertidur di Atas Ranjang

Senandung Lirih Lagu Tanpa Syair di Gelapnya Malam dan Seekor Anjing Hitam yang Tertidur di Atas Ranjang

Cerpen Yayag YP Kusisir helai demi helai rambut panjangku yang menjuntai sampai ke pangkuan dengan jemari-jemari tangan yang bergetar. Kupandangi wajahku di depan cermin besar yang menggantung diam di dinding kamar sambil bersenandung lirih. Lagu yang sama, lagu yang tiap malam kunyanyikan sayup-sayup saat bercermin dan menyisir rambut. Tak satu pun kerlip lampu di dalam [...]

Flash Fiction

Reuni Bersama Isim

Reuni Bersama Isim

Flash Fiction Martin Siregar Lanjutan: Kantril Dinasehati Terkejut Isim karena calon adik iparnya Payman adalah kawan dekat Pak Longor, Bason dan Kantril. Kebetulan libur musim panas tahun ini Isim kembali ke Indonesia setelah 23 tahun menetap di Italia. “Hallo…Aku Isim baru tiba di bandara Polonia Medan bersama keluarga mau liburan, 3 hari ke danau Toba, [...]

Kolom John Kuan

Tujuh Jurus dari Nyonya Wei ( 6 )

Tujuh Jurus dari Nyonya Wei ( 6 )

Gerundelan John Kuan Jurus Keenam: Persendian Kuat Tali Busur Satu jurus lagi dari Nyonya Wei yang menggunakan perumpamaan pemanahan: Persendian Kuat Tali Busur , dan jurus ini bukan membicarakan kelenturan, ketegangan, namun ingin Wang Xizhi memperhatikan sebuah busur, bagaimana menggulung mengikat tali busur dan dahan busur menjadi satu. Sebuah busur, seandainya sambungan tali busur dan dahan [...]

Puisi

Kematian (T)uhan

Kematian (T)uhan

Puisi Dianna Firefly Kini (T)uhan hanya sebaris kalimat yang kau gunakan sebagai mantra pembunuh dan mereka adalah tumbal yang darahnya menjadi perlambang bahwa kebenaran sudah mati. (T)uhan pun ikut mati. Aku melihat (T)uhan mati di genangan darah yang keluar dari tubuh mereka. Mati dengan keji dan (T)uhan tidak pernah bangkit sejak hari itu. (I)a tidak [...]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.237 pengikut lainnya.